Bulan
Karya: Candra
Ketika Sang Mentari terlelap,
dan bumi mulai diselimuti gelapnya luar angkasa,
maukah kamu datang kemari,
Bulanku sayang?
Cahayamu memang tidak sehangat Sang Mentari,
dan juga seterang dirinya.
Namun percayalah, Bulanku sayang.
Cahayamu lah yang menjadi kesukaanku.
Kehadiranmu adalah pengingat bagi kami para insan,
yang tak lebih dari seonggok debu dalam semesta.
Kamu datang menemani kami,
melewati bentang angkasa sampai Sang Mentari bangun kembali.
Untuk kamu yang ada di luar angkasa,
goresan sederhana ini aku persembahkan,
kepadamu, Bulanku sayang.
Bagaimana reaksi kamu?
+1
+1
1
+1
+1
+1