Lompat ke konten

UKM KI Al-Qolam UPI

“Jika kau bukan anak raja juga bukan anak ulama besar maka menulislah”

Imam Ghazali

Artikel Kami

  • Sekuntum Mawar Merah – Puisi

    Sekuntum Mawar Merah Karya: Fadilla Putri Madani Kalau aku jadi bunga Aku ingin menjelma jadi sekuntum mawar Bukan Bukan karena baunya yang harum Atau karena kelopaknya merah merona Kau bilang akan melindungiku Maka jadilah duri-duri tajam di sepanjang tangkai mawarku Barangkali satu-dua orang hendak memetiknya Namun enggan karena durinya siap siaga Bagaimana reaksi kamu? +1… Selengkapnya…

  • Bulan – Puisi

    Bulan  Karya: Candra Ketika Sang Mentari terlelap, dan bumi mulai diselimuti gelapnya luar angkasa, maukah kamu datang kemari, Bulanku sayang? Cahayamu memang tidak sehangat Sang Mentari, dan juga seterang dirinya. Namun percayalah, Bulanku sayang. Cahayamu lah yang menjadi kesukaanku. Kehadiranmu adalah pengingat bagi kami para insan, yang tak lebih dari seonggok debu dalam semesta. Kamu… Selengkapnya…

  • Bait di Ujung Langit – Puisi

    Bait di Ujung Langit Karya: Ismi Aidhiah Siang telah hilang. Harapanku mulai datang. Tak ada yang berani menentang, apalagi menantang. Aku memandu indah kedua mataku, mengayun lincah kedua kakiku, menggandeng mesra kedua tanganku, dan memimpin apik kedua telingaku. Lantunan surah Ar-Rahman mengalun lembut dalam ingatan memunculkan satu pertanyaan, nikmat mana yang aku dustakan? Senja tersenyum… Selengkapnya…

  • Sudut Pandang Dunia – Puisi

    Sudut Pandang Dunia Karya: Rahmazani Sahrudin Dunia yang indah ini Butuh mata untuk melihatnya Melihat matahari terbenam di pantai Atau melihat langit biru Aku juga butuh telinga Untuk mendengar musik favoritku Mendengar teman-temanku berbincang Atau mendengar suara lembut Ibu Aku juga butuh mulut Untuk mengatakan sayang pada Ibu Menceritakan hari-hariku Hingga mengeluhkan keluh-kesahku Hanya saja..… Selengkapnya…

  • Surat Untuk Diri Sendiri – Surat

    Surat Untuk Diri SendiriOleh: Khaila Tabina Fidelya Kepada diriku yang sedang belajar bertahan dan berproses. Jika suatu hari kamu merasa lelah dan tertinggal, itu bukan berarti kamu kalah. Itu hanya tanda bahwa kamu sedang berusaha. Tidak semuanya harus berjalan cepat, karena setiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Tidak semua luka harus terlihat agar bisa dimengerti. Berjalan… Selengkapnya…

  • Denayut Irama – Cerpen

    Denayut IramaOleh: Aulia Nur Latifah Kota itu tidak lahir dari tanah. Ia tersusun dari kalimat-kalimat yang diucapkan berulang hingga bunyinya mengeras dan menetap. Dari sanalah dinding-dinding bertumbuh, dari kebiasaan yang diulang tanpa jeda. Atap-atap menjulur dari anggukan yang tak pernah diminta alasan, sementara jalan-jalan memanjang mengikuti kehendak yang terus menarik langkah menuju arah yang sama.… Selengkapnya…