KENAPA AKU HARUS BANGUN UNTUK BESOK PAGI?
Oleh: Ilma Nur Asyiyah
Ada hari-hari di mana membuka mata terasa begitu berat. Hari-hari ketika dunia di luar jendela tampak begitu bising, terlalu menakutkan, bahkan melangkah pun terasa seperti menantang badai sendirian.
Di tengah riuhnya kepala, kita sering bertanya pada diri sendiri:
Apakah aku akan sanggup berdiri di atas kakiku sendiri?
Bagaimana jika ragu ini memenangiku?
Dan untuk apa sebenarnya aku diberi hidup jika jalannya harus sekeruh ini?
Mencari makna di tengah ketidakpastian rasanya seperti berjalan di dalam kegelapan tanpa penerangan. Ragu pada kemampuan, bingung dengan arah langkahnya. Kali ini, dunia terasa begitu menekan, menuntut jawaban atas hal-hal yang bahkan belum sanggup kita pahami.
Namun, jika Tuhan masih mengizinkan nafas kita berhembus hari ini, dan menyisakan fajar untuk esok hari… artinya cerita ini belum pernah usai.
Seseorang pernah berkata bahwa Tuhan tidak pernah salah memilih wadah untuk sebuah jiwa. Dia tidak membawa kita sejauh ini hanya untuk membiarkan kita tenggelam dalam keraguan. Mungkin esok hari bukan tentang langsung menemukan semua jawaban, melainkan tentang memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk melihat rencana indah yang sedang Dia susun dengan perlahan.
Kita tidak harus memiliki semua jawaban hari ini. Kita tidak harus langsung menjadi sosok yang sempurna dan tangguh esok pagi.
Kita hanya perlu bangun. Satu hari lagi. Satu langkah kecil lagi.
Sebab di balik setiap helaan napas yang masih tersisa, ada kehendak-Nya yang perlu kita percaya bahwa kita mampu, bahkan saat kita sendiri ragu dan lupa caranya percaya pada kekuatan diri sendiri.
Everything happens for a reason, because He knows we’re meant to be here.