Bait di Ujung Langit
Karya: Ismi Aidhiah
Siang telah hilang.
Harapanku mulai datang.
Tak ada yang berani menentang,
apalagi menantang.
Aku memandu indah kedua mataku,
mengayun lincah kedua kakiku,
menggandeng mesra kedua tanganku,
dan memimpin apik kedua telingaku.
Lantunan surah Ar-Rahman
mengalun lembut dalam ingatan
memunculkan satu pertanyaan,
nikmat mana yang aku dustakan?
Senja tersenyum di ujung langit,
membasuh lukaku dari rasa sakit.
Jika sudah lelah berlari di atas bait,
ia akan duduk sebentar di balik bukit.
Matahari tenggelam perlahan
meninggalkanku dalam kesendirian.
Namun, selama masih ada Al-Qur’an,
aku tak akan pernah kesepian.
Bandung, 2 April 2026
Bagaimana reaksi kamu?
+1
+1
2
+1
+1
+1