Lompat ke konten
Beranda » Blog » Napas Terakhir – Puisi

Napas Terakhir – Puisi

Napas Terakhir
Karya: Sachiemori

Raksasa penghantar udara menjulang dengan gagah
Memberi napas kehidupan bagi semesta
Riuh tawa warga memenuhi sekelilingnya
Membuat sang raksasa tersenyum, tenang bersahaja
Angin datang berkunjung kepadanya
Menyapa di pagi hari, lalu kembali pergi menyisir dunia

Tiba-tiba, alat besar datang dengan angkuhnya
Menghantam raga sang raksasa tanpa iba
Ia meringis hebat, ia didera ketakutan
takut jika tak lagi berguna bagi kehidupan
Alat itu tak peduli pada rintihannya
Terus merusak! mengeram! memaksa!
Hingga raksasa itu tumbang, mengenaskan.

Kini, udara terasa panas dan sesak
Warga kebingungan mencari rimbanya yang hilang
Angin yang dulu akrab, kini enggan untuk sekadar lewat
Tanah pecah menganga, kering kerontang tak terawat
Sungai pun surut, menanti hujan yang tak kunjung tiba
Meninggalkan duka yang menghujam dada.

Raksasa itu telah pergi meninggalkan semua
Menyisakan primata tamak dan alat besarnya
Yang tak pernah puas melumat isi dunia.

oleh Sachiemori
28 Desember 2025

Bagaimana reaksi kamu?
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0
+1
0

Penulis

  • Sachiemori

    Sering diam-diam merangkai rasa menjadi sebuah karya, begitulah cara ia menikmati waktu. Sebut saja Sachiemori. Baginya, menulis adalah cara sederhana supaya perasaan dan memori tidak hilang begitu saja.

    Lihat semua pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *