Jejak Penyesalan
Oleh: Yunisa Akhiryani
Waktu berlalu, tak peduli siapa menanti,
Tiada henti ia menambah kenangan.
Andai langkahku berbeda,
Akankah resah ini mereda?
Di tempat yang hening ini, memori berputar,
Tanpa izin ia menyadarkan diri.
Sesal menggerogoti hati,
Apakah semua hanya percuma?
Setiap detik berlalu bagai mawar merah.
Merahnya adalah peristiwa yang terlewati,
Durinya berbentuk pedih yang tiada sembuh.
Obat apa yang bisa menyembuhkan?
Akankah damai menghampiri?
Adakah secercah harapan untukku kembali?
Atau hanya penyesalan yang abadi hingga nanti?
Cimahi, 22 Mei 2025
Bagaimana reaksi kamu?
+1
+1
2
+1
+1
+1