Bidang Tanah yang Terkelupas
Oleh Nisrina Ayuningtyas
Hingga saat itu,
Empunya selalu berkata tidak ingin.
Alih-alih keluar meninggalkan rongga-rongga di sekitar,
ia tak berani jatuh, memilih bersemayam pada atmosfer yang sama dan berulang.
Padahal apa yang mesti ia cemaskan?
memilih terbelenggu pada kesemuan yang kesekian,
mengabaikan irama-irama kebebasan,
yang tentu dengan kesadaran, empunya tau
jauh di lubuk hati, ingin mencicipi sudut dinding yang lain.
Harapan itu agaknya berkesempatan terwujud,
semesta kembali berbaik hati mendukungnya,
setelah berkali-kali dibiarkan terlewati, lagi.
Kulit yang tidak cukup keras itu, semisal ia mengusahakan
berhasil terkelupas, ia bebas.
Ia hirup udara baru,
Ia lihat wajah baru,
Ia dengar melodi baru.
Pada akhirnya ia tak mengelak untuk tau,
dunia tempatnya hidup,
tak kurang hanya sebagian kecil yang terjamah.
Ia kembali haus.
(2024)
Sumber gambar: –