Mengeja Diksi Menemukan Diri
Oleh NaMuri
Di bawah langit bertabur bintang
langkah kaki membawaku menyusuri kesunyian,
di antara riuh kepala yang bergemuruh,
di antara gelisah berselimut pasrah,
berharap kutemukan yang hilang,
di antara semak-semak keraguan,
di antara gunung-gunung harapan,
di antara raungan kecemasan.
Dari kegelapan malam,
datang sosok gadis kecil,
dengan senyum serupa milikku,
mendekap buku berbentuk persegi,
bersampul biru dan bergambar potret diri,
diserahkannya padaku seraya memberi instruksi,
katanya;
aku harus membaca setiap kata,
aku harus menerima setiap alur cerita,
karena ‘kan kutemukan jawaban dari setiap tanya.
Semilir angin pun berkelahi dengan waktu,
membentangkan setiap lembar cerita,
melabuhkan jiwa dan ragaku di bab dua puluh satu;
bising dengan berbagai kata harap dan kecewa yang saling berderu,
sesak dengan ikatan frasa mimpi dan nyata yang saling beradu,
penuh dengan rangkaian kalimat cinta dan luka yang berlalu.
Perlahan kueja lagi setiap diksi yang bertengger di ujung sana;
aku sudah utuh dari hancur yang rapuh,
aku sudah sembuh dari luka yang melepuh,
aku sudah tumbuh dari patah yang selama ini kurawat penuh.
akhirnya…
akhirnya kutemukan diriku yang baru,
dari hilangnya percaya diri yang merongrong kalbu.
(2024)
Sumber gambar: Suzume no Tojimari