Lompat ke konten
Beranda » Blog » Dibalik Jalan Panjang Menuju Idul Adha 1445 H – Puisi

Dibalik Jalan Panjang Menuju Idul Adha 1445 H – Puisi

Dibalik Jalan Panjang Menuju Idul Adha 1445 H
oleh Tanto Wijaya

Semalam.., aku bermimpi, lanskap dunia besi, emas dan berlian
Jual beli begitu mudah layaknya membalik telapak tangan
Potret manusia yang bermain dan bersenang-senang, memenuhi bumi sepanjang jalanan

Kemudian aku berjalan menyusuri sebuah jalan yang sangattt Panjang
Awal perjalanan tak jauh berbeda dengan dunia yang semua orang impikan
Sebuah dunia yang riang dengan semua fasilitas berain dan bersenang-senang
Berisi hiburan, makanan, dan kemaksiatan dijual eceran sepanjang jalan

Namun, berjalan lebih jauh menyadarkanku apa artinya ketimpangan, pengorbanan, dan kesedihan
Semakin jauh kumelangkah semakin buruk keadaan
Seorang anak kurus kering kelaparan di pinggir jalan
Seorang ibu menyusui meski kelaparan tak cukup makan

Dalam hening kucoba bertanya apakah ini sebuah cobaan atau penghakiman?
Melihat kengerian itu kuharap bisa menghentikan perjalanan
Namun, ku tak tega berhenti sambil mendengarkan tangis anak kelaparan
Mau tak mau kulanjutkan perjalanan dalam hati sedih yang tak tertahankan

Namun, lagi dan lagi potret pemandangan di depan jauh lebih mengerikan
Sebuah peperangan yang melibatkan anak-anak dan Perempuan
Dalam hujanan tembakan dan ledakan Meriam-meriam Panjang

Saat itu aku bersimpuh tak ingin lagi melanjutkan perjalanan
Kumemohon pada tuhan tolong, tolong hentikan penderitaan di sepanjang jalan

Apa yang coba mereka korbankan untuk tetap bertahan?
Apa yang coba mereka korbankan selain sekadar keinginan untuk makan?
Apa yang coba mereka pertahankan selain keimanan dan sedikit makanan?

Dari awal, mereka tak punya harta untuk dikorbankan.
Dari awal, mereka anggap harapan adalah sesuatu yang berlebihan
Dari awal, hidup dengan keluarga utuh hanya menjadi angan-angan

Mari sama-sama kita renungkan
Jalan yang Panjang adalah kondisi saat ini, saat dunia yang mapan ini dipenuhi oleh kelaparan
Bukan hanya kelaparan tak cukup makan, bukan juga kelaparan jabatan, kekuasaan atau kekayaan
Tapi kelaparan akan dunia yang tak lama juga akan kita tinggalkan

Inilah saatnya, saat kita Kembali pada jalan keimanan
Idul Adha di depan mata, akankah kita melewatkan sebuah kesempatan?
Kesempatan bagi kita untuk membuktikan keimanan dan ketaatan
Kesempatan untuk kita berbagi kebahagiaan dengan banyak orang
Kesempatan kita mengubah kehancuran disepanjang jalan menjadi keindahan sebuah taman

Kuharap, kita bisa berkorban tanpa ragu layaknya nabi Ibrahim atas perintah Tuhan
Kuharap, ini tujuan tuhan mengganti putra Ibrahim menjadi domba untuk dikorbankan?
Kuharap, idul adha bisa dirayakan untuk semua kalangan

Dan kuharap, hari ini menjadi wasilah menghentikan peperangan
Menghentikan kelaparan meski hanya sesaat, lalu menjadi jalan bagi Ridho Allah untuk orang-orang yang beriman.

Inilah mimpiku, sebuah mimpi yang tak jauh beda dengan kekhawatiran
Karena itu, mari rayakan Idul Adha ini dengan senyuman dan berlimpah kebahagiaan.


Sumber gambar: –

Bagaimana reaksi kamu?
+1
3
+1
4
+1
0
+1
0
+1
0

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *