Lompat ke konten
Beranda » Blog » Yang Hilang Perlahan – Puisi

Yang Hilang Perlahan – Puisi

Yang Hilang Perlahan
Karya: Kiyastra

pagi datang tanpa suara
daun jatuh bukan karena usia
melainkan karena tangan-tangan
yang lupa cara menjaga

pohon tak lagi tumbuh
akar tak lagi kuat memegang tanah
langit terlihat redup dan bergemuruh
seolah menahan tangis dan amarah

ketika langit tak lagi kuat membendung kesedihannya,
ia menumpahkan tangis yang amat pecah
hingga hujan deras membasahi bumi

sungai meluap membawa duka
airnya naik menyelimuti rumah
air mata menyatu dengan derasnya arus
banyak doa mengudara bersama kepanikan

tak perlu menyalahkan alam
karena ia hanya menunjukan
apa yang kita tanam
dan apa yang akhirnya kita tuai

Bandung, 28 Desember 2025

Bagaimana reaksi kamu?
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Penulis

  • Kiyastra

    Atqiya Najmi Nazihah, atau yang memiliki nama pena kiyastra, bukan penulis hebat, hanya saja senang menumpahkan isi kepala lewat kata-kata. Memiliki hobi pada dunia kepenulisan sejak berada di bangku MTs, hal yang memotivasinya untuk menulis adalah banyak hal hanya singgah lalu lenyap, tapi tulisan menetap dan terus hidup di kepala orang lain.

    Lihat semua pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *