Yang Hilang Perlahan
Karya: Kiyastra
pagi datang tanpa suara
daun jatuh bukan karena usia
melainkan karena tangan-tangan
yang lupa cara menjaga
pohon tak lagi tumbuh
akar tak lagi kuat memegang tanah
langit terlihat redup dan bergemuruh
seolah menahan tangis dan amarah
ketika langit tak lagi kuat membendung kesedihannya,
ia menumpahkan tangis yang amat pecah
hingga hujan deras membasahi bumi
sungai meluap membawa duka
airnya naik menyelimuti rumah
air mata menyatu dengan derasnya arus
banyak doa mengudara bersama kepanikan
tak perlu menyalahkan alam
karena ia hanya menunjukan
apa yang kita tanam
dan apa yang akhirnya kita tuai
Bandung, 28 Desember 2025
Bagaimana reaksi kamu?
+1
+1
1
+1
+1
+1