Peraih penghargaan “Karya Terbaik” dalam kategori Puisi pada Monthly Words Weaving Al-Qolam September 2024
Bisikan Takdir
Oleh: NaMuri
Di persimpangan jalan itu,
kebisingan menjelma menjadi alunan romansa,
debu jalanan menguar menjadi aroma sukacita,
menyambut dua pasang mata,
yang tak sengaja saling bersua
disekapnya waktu,
oleh tangan-tangan tak bertuan,
memaksanya mengurai masa menjadi lebih lamban,
membiarkan dua insan saling berhadapan; mencerna pertemuan
sesekali disadarkannya rasa,
oleh api asmara yang menyala,
meletup-letup kilatan cinta,
menciptakan gemuruh yang menggetarkan sukma
bermula dari percakapan sederhana,
tumbuh pertemuan-pertemuan di sudut lain kota;
beriringan menyusuri taman asmaraloka,
berlayar mengarungi samudera renjana
namun kisah yang nyaris sempurna,
seketika runtuh menjadi puing-puing luka;
di seberang sana tuan menghilang,
bersamaan dengan kabar yang tak lagi sampai di pangkuan,
pun kenangan yang lenyap disapu derasnya hujan
terlupakannya satu peringatan,
terabaikannya bisikan takdir dari Tuhan;
bahwa yang bertemu, belum tentu bersatu.