Lompat ke konten
Beranda » Blog » Bisikan Takdir – Puisi

Bisikan Takdir – Puisi

Peraih penghargaan “Karya Terbaik” dalam kategori Puisi pada Monthly Words Weaving Al-Qolam September 2024

Bisikan Takdir
Oleh: NaMuri

Di persimpangan jalan itu,
kebisingan menjelma menjadi alunan romansa,
debu jalanan menguar menjadi aroma sukacita,
menyambut dua pasang mata,
yang tak sengaja saling bersua

disekapnya waktu,
oleh tangan-tangan tak bertuan,
memaksanya mengurai masa menjadi lebih lamban,
membiarkan dua insan saling berhadapan; mencerna pertemuan

sesekali disadarkannya rasa,
oleh api asmara yang menyala,
meletup-letup kilatan cinta,
menciptakan gemuruh yang menggetarkan sukma

bermula dari percakapan sederhana,
tumbuh pertemuan-pertemuan di sudut lain kota;
beriringan menyusuri taman asmaraloka,
berlayar mengarungi samudera renjana

namun kisah yang nyaris sempurna,
seketika runtuh menjadi puing-puing luka;
di seberang sana tuan menghilang,
bersamaan dengan kabar yang tak lagi sampai di pangkuan,
pun kenangan yang lenyap disapu derasnya hujan

terlupakannya satu peringatan,
terabaikannya bisikan takdir dari Tuhan;
bahwa yang bertemu, belum tentu bersatu.


Bagaimana reaksi kamu?
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0
+1
0

Penulis

  • NaMuri

    NaMuri merupakan nama pena dari sosok perempuan yang lahir di Bandung pada bulan Februari 2003. Hobinya menulis dan memotret. Tulisan-tulisan yang sering ia geluti adalah puisi. Karena menurutnya, puisi bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan segala rasa dengan cara yang indah. Saat ini, ia aktif meramu kata dengan berbagai tema yang dirasa sangat sesuai keadaan atau kejadian-kejadian yang ada di sekitarnya. Untuk melihat jejak karyanya, kunjungi akun Instagram @namuri._

    Lihat semua pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *