Lompat ke konten
Beranda » Blog » Misteri Desa Sebelah – Fiksi Mini

Misteri Desa Sebelah – Fiksi Mini

Karya fiksi mini ini merupakan hasil dari kegiatan Upgrading: Permainan Menyulam Cerita.

Prompt: “Saat kabut tebal menyelimuti desa, bayangan misterius itu muncul di tepi danau yang tenang…”

Misteri Desa Sebelah
Oleh: Kominfo – Dari Bulan Mei, Arunifka, Yudcil, Yudan Ydnsyn

 Bayangan itu bergerak cepat bagai kilat, hitam pekat tanpa warna dan wujud, tetapi angin pergerakannya begitu terasa. Seorang anak kecil yang tengah bermain di tepi danau terkejut histeris, berlari kencang meninggakan danau dengan teriakannya yang kencang. Anak itu berlari menuju rumah kepala desa, memberikan kabar bayangan yang dilihatnya. Sayangnya, belum juga sampai rumah kepala desa, sosok anak tersebut telah hilang, ditarik kencang oleh seseorang. Kabut di langit semakin menebal, gelap tak terlihat apa-apa.

 Teriakan yang ditinggalkan oleh anak itu terdengar oleh Rianti yang kebetulan baru pulang dari desa sebelah. Tanpa rasa takut, Rianti pergi ke arah suara yang ia dengar. Ia berjalan dengan perlahan dan hati-hati, karena ia takut ada serangan hewan buas. Apalagi desanya memang dikenal sebagai desa pelosok.

 Rianti berdiri di tempat yang ia yakini sebagai sumber suara. Ia melihat sekeliling, hanya ada beberapa pepohonan yang sudah ditebang dan daun-daun yang berguguran. Rianti menyusuri jalan itu dengan perlahan, kemudian menemukan secarik kain yang tersangkut di batang kayu. Ia mengambil robekan kain itu dan diperhatikan dengan seksama. “Apa jangan-jangan ini ulah hewan buas?” gumamnya dalam hati. Rianti kemudian berjalan menyusuri jalan yang ia rasa akan menjadi petunjuk dan juga dengan penuh harapan ia bisa menemukan hal aneh tersebut.

 Sambil menyusuri jalan yang penuh dengan bebatuan, Rianti bertemu dengan seekor kelinci. Hewan itu seperti memberikan kode kepadanya untuk mengikutinya. Kelinci itu berlari agak cepat dan Rianti mengikutinya di belakang. Kelinci itu seperti menunjuk ke sebuah semak-semak. Kemudian, Rianti membuka semak-semak itu dan dia sangat kaget.

 Ternyata di depannya ada serigala yang sedang memakan daging manusia. Rianti mundur sambil terperosok ke belakang. Saking kagetnya, dia berlari dengan tubuh yang kurang seimbang, menyebabkan kakinya terkilir. Serigala itu dengan penciumannya mampu mengejar Rianti dan ingin menerkamnya.

 Rianti terus berlari dengan kondisi kakinya yang sedang terluka. Namun, di akhir jalan, Rianti menemukan jurang. Di bawahnya terdapat sungai yang sangat deras. Rianti panik karena serigala tersebut semakin mendekat, dan dia pun melompat ke jurang.

 Selang beberapa jam, Rianti terbangun dari pingsannya setelah dia dikejar serigala dan melompat ke jurang. Seharusnya dia merasa kedinginan, namun terasa hangat di sebelah kanannya. Rianti menoleh ke sebelah kanan dan melihat sebuah api unggun dan rumah kayu. Dia mencoba berdiri, namun kembali panik ketika mendengar suara langkah kaki dari hutan.

Lanjut season 2~

Bagaimana reaksi kamu?
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0

Author

  • Dari Bulan Mei

    Nama Dari Bulan Mei tercetus dari kelahirannya di Bantul, Yogyakarta pada Bulan Mei tahun 2004 yang lalu. Hobinya membaca dan sedang belajar untuk berkarya melalui tulisan yang enak dibaca. Saat ini, tinggal di kota Cimahi dan menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Akun instagramnya bisa dilihat di @daribulanmei_

    Lihat semua pos
  • Arunifka

    Arunifka, dari gadis kelahiran 2003 yang sedari dulu menyukai berbagai rangkaian kata. Sempat putus asa dalam mempelajari hal tersebut, kini ia memutuskan untuk kembali membuat rangkaian kata yang bermakna menjadi lebih baik. Memulai dari awal, arunifka perlu banyak belajar agar menjadi arunika yang nyata. Jejak arunifka tertulis di Instagram dan wattpad @arunifka

    Lihat semua pos
  • Yudcil
  • Yudan Usyanu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *