Lompat ke konten
Beranda » puisi

puisi

Bulan – Puisi

  • oleh

Bulan  Karya: Candra Ketika Sang Mentari terlelap, dan bumi mulai diselimuti gelapnya luar angkasa, maukah kamu datang kemari, Bulanku sayang? Cahayamu memang tidak sehangat Sang Mentari, dan juga seterang dirinya. Namun percayalah, Bulanku sayang. Cahayamu lah yang menjadi kesukaanku. Kehadiranmu… Selengkapnya »Bulan – Puisi

Napas Terakhir – Puisi

Napas Terakhir Karya: Sachiemori Raksasa penghantar udara menjulang dengan gagah Memberi napas kehidupan bagi semesta Riuh tawa warga memenuhi sekelilingnya Membuat sang raksasa tersenyum, tenang bersahaja Angin datang berkunjung kepadanya Menyapa di pagi hari, lalu kembali pergi menyisir dunia Tiba-tiba,… Selengkapnya »Napas Terakhir – Puisi

Melecun – Puisi

MelecunKarya: Maharani Intan Phitaloka Kamboja anggun rimbun rembangterinjak-injak bunganya sayanghitam kosong jendela si culuntak daya tanah bumi basah lecunsama basah layak tanahMuberteriak terparau pun dengarMu Bandung, 18 September 2024

Karam dalam Tubuh – Puisi

  • oleh

Karam dalam TubuhKarya: Summerin Bersemayam dalam kerangka tubuh Peluh, luka yang terbungkus Menopang sang rusuk Yang kian tersudut Harap tubuhnya seperti dulu Kurengkuh sang penopang hidup Bisikkan harap penuh pilu “Biarkan ia sekuat dulu” Kini sang nahkoda telah karam Tubuhnya… Selengkapnya »Karam dalam Tubuh – Puisi