Lompat ke konten
Beranda » Karya Tulis » Puisi » Halaman 3

Puisi

AKASIA – Puisi

AKASIA Karya : Maharani Intan Phitaloka Aku telah bicara, tanpa lidah, tanpa suara. Kupetik Akasia—kupaku di hadapanmu bagai tubuh-tubuh luka yang tak bisa kau baca. Kau diam. Kau tunduk pada waktu sementara aku masih berdiri sekeras akar, sehampa langit dini… Selengkapnya »AKASIA – Puisi

Serumit Langit – Puisi

Serumit Langit Karya: Summerin Memahami langit beserta isinya Tak semudah meniupkan pohon jati beserta akarnya Dia serumit jeritan orang-orang di bangsal rumah sakit jiwa Sesulit angka-angka yang berderet di barisan rumus milik cendikiawan Sesuatu seperti langit sangat berharga Dia berharga… Selengkapnya »Serumit Langit – Puisi

Sepertiga Malam – Puisi

Sepertiga Malam Oleh : Penaliaaa Dari dulu petuah ibunda tersayang terngiang, “Kalau ingin meminta, di sepertiga malamlah berjuang.” Lalu tanya kuurai, apa gerangan alasannya, Katanya, di sepertiga malam sunyi, banyak jiwa terlena. Maka Maha Pendengar di sana, lebih cepat mendengar,… Selengkapnya »Sepertiga Malam – Puisi

Melecun – Puisi

MelecunKarya: Maharani Intan Phitaloka Kamboja anggun rimbun rembangterinjak-injak bunganya sayanghitam kosong jendela si culuntak daya tanah bumi basah lecunsama basah layak tanahMuberteriak terparau pun dengarMu Bandung, 18 September 2024

Karam dalam Tubuh – Puisi

  • oleh

Karam dalam TubuhKarya: Summerin Bersemayam dalam kerangka tubuh Peluh, luka yang terbungkus Menopang sang rusuk Yang kian tersudut Harap tubuhnya seperti dulu Kurengkuh sang penopang hidup Bisikkan harap penuh pilu “Biarkan ia sekuat dulu” Kini sang nahkoda telah karam Tubuhnya… Selengkapnya »Karam dalam Tubuh – Puisi

Hanya Pada-Mu – Puisi

Peraih penghargaan “Karya Terbaik” dalam kategori Cerpen pada Monthly Words Weaving Al-Qolam September 2024 Hanya Pada-Mu Oleh: Widya Ningsih Ruang kelabu memenuhi isi kepalaku Entah karena debu atau mungkin karena rindu Saat ini aku hanya sedang merasa ragu Oleh siapa… Selengkapnya »Hanya Pada-Mu – Puisi

Bisikan Takdir – Puisi

  • oleh

Peraih penghargaan “Karya Terbaik” dalam kategori Puisi pada Monthly Words Weaving Al-Qolam September 2024 Bisikan Takdir Oleh: NaMuri Di persimpangan jalan itu, kebisingan menjelma menjadi alunan romansa, debu jalanan menguar menjadi aroma sukacita, menyambut dua pasang mata, yang tak sengaja… Selengkapnya »Bisikan Takdir – Puisi

Tangga Adiguna – Puisi

Tangga Adiguna Oleh: Muhammad Hariz Semua berawal dari langkah sederhana Tersusun rapi naik menapaki nirmana Harap saja tidak menjadi terlena Sebab hidup secepat karmina Berkelana jauh dari bijana Sudah risiko di jalan untuk gundah gulana Cobalah semua bagaikan wahana Tuk… Selengkapnya »Tangga Adiguna – Puisi