Hidup atau Hidup
Karya Nisrina Ayuningtyas
Lagi dan lagi setiap detak menyambangi jiwa-jiwa yang bertempur
menjalin bukti kemesraan antara ia dengan Tuannya,
bertawaran,
Hidup atau Hidup,
atau justru berkhianat.
Keberanian macam apa jika memang nyatanya demikian?
Sedang seonggok beras pun,
tak berdaya apabila ditakdirkan menjadi pati yang lebur
di tengah-tengah kehambaran lengan-lengan yang tamak.
Hidup atau Hidup,
mau tidak mau setiap insan harus membayar harganya dengan berani,
hakikat yang tidak cukup hanya diserap melalui buku-buku di perpustakaan ujung jalan,
pun melewati pengembaraan yang tak berbatas waktu.
Hidup atau Hidup,
kembali harus sepadan,
kembali dengan napas lahir batin.
Kuningan, 2024
Sumber gambar: Pinterest
Bagaimana reaksi kamu?
+1
+1
10
+1
+1
+1