Lompat ke konten
Beranda » Blog » Kalah atau Lemah? – Puisi

Kalah atau Lemah? – Puisi

Kalah atau Lemah?
oleh NaMuri

Ketika manusia lain mengudarakan lampion,
tanganku hanya memegang lilin yang nyaris meredup,
menyamarkan bayang-bayang harap yang seolah enggan kugenggam.

Ketika manusia lain berlari,
kakiku terseok-seok menyusuri bebatuan,
melukai angan hingga memar kebiruan.

Ketika manusia lain tiba di puncak impian,
langkahku masih menapaki satu-persatu tangga kegagalan,
membiarkan setiap asa dan cita hancur berserakan.

Sudah mati-matian membangun harapan,
namun hanya kecewa yang kudapatkan.

Sudah mati-matian melangitkan doa,
namun hanya hampa yang kuterima.

Apakah takdirku memang kalah?
Atau keyakinanku pada-Nya melemah?

Bandung, 29 Mei 2024


Sumber gambar: A Silent Voice via Pinterest

Bagaimana reaksi kamu?
+1
1
+1
4
+1
0
+1
0
+1
0

Penulis

  • NaMuri

    NaMuri merupakan nama pena dari sosok perempuan yang lahir di Bandung pada bulan Februari 2003. Hobinya menulis dan memotret. Tulisan-tulisan yang sering ia geluti adalah puisi. Karena menurutnya, puisi bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan segala rasa dengan cara yang indah. Saat ini, ia aktif meramu kata dengan berbagai tema yang dirasa sangat sesuai keadaan atau kejadian-kejadian yang ada di sekitarnya. Untuk melihat jejak karyanya, kunjungi akun Instagram @namuri._

    Lihat semua pos

1 tanggapan pada “Kalah atau Lemah? – Puisi”

  1. Kadang dalam hidup, kita emang cuma kebagian melihat aja, yaa. Melihat orang-orang di sekitar kita meraih mimpinya duluan, melihat orang-orang yang kita sayangi berhasil, bahkan melihat orang lain memiliki apa yang sudah kita usahakan dari jauh hari. Tapi, itulah seninya berusaha dalam hidup, ada saatnya kita ikut bertepuk tangan untuk orang lain, dan ada saatnya hidup kita juga dirayakan oleh orang lain. Tinggal tunggu waktunya aja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *