{"id":817,"date":"2026-07-03T15:11:27","date_gmt":"2026-07-03T15:11:27","guid":{"rendered":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?p=817"},"modified":"2026-07-03T15:11:29","modified_gmt":"2026-07-03T15:11:29","slug":"cahaya-cermin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/","title":{"rendered":"Cahaya &#8211; Cermin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Cahaya<\/strong><br \/>\nKarya: Nailah Amani Nuryaman<\/p>\n<p>\u201cHahh.\u201d<\/p>\n<p>Hembusan napas tipis seorang wanita terdengar memecah keheningan. Pandangan wanita itu mengarah ke langit malam, menatap bulan sabit yang menerangi cakrawala yang gelap.<\/p>\n<p>\u201cKenapa Sar? Masalah kerjaan lagi?\u201d tanya seorang wanita di sebelahnya.<\/p>\n<p>\u201cIya. Sudah hampir dua minggu gak dapet inspirasi. Targetku bulan ini harus selesai buat konsep dan alur keseluruhan. Kalau lewat dari itu bisa bisa aku nanti harus mengundur jadwal rilis selanjutnya,\u201d keluh Sarah sambil memijat pelipisnya yang sudah mulai terasa pusing.<\/p>\n<p>Sarah adalah seorang penulis novel. Ia sudah menulis lima buku. Dalam setahun ia menulis dua sampai empat buku. Target Sarah tahun depan ia merilis setidaknya tiga novel. Karena itu ia mulai mempersiapkannya dari sekarang.<\/p>\n<p>\u201cGimana kalau ke rumah nenekmu Sar? Kamu sudah lama gak ketemu beliau kan? Kemarin nenekku juga nanyain kamu kapan mampir. Sudah empat tahun kamu tidak ke sana. Lumayan buat <em>healing<\/em> sekalian cari inspirasi,\u201d usul Linda yang duduk di sebelahnya.<\/p>\n<p>Nenek mereka berdua adalah tetangga di desa. Karena itu Linda tahu bahwa Sarah sudah lama tidak ke sana. Lagi pula mereka adalah teman masa kecil. Bahkan sudah seperti saudara.<\/p>\n<p>\u201cHmm. Boleh juga. Di sana udaranya segar dan sejuk, suasananya juga damai. Baiklah. Aku akan pergi ke sana. Makasih atas sarannya ya.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSama-sama. Jangan lupa bawakan aku oleh-oleh ya! Hehe.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya-iya.\u201d<\/p>\n<p>***<br \/>\n\u201cNenek!\u201d<\/p>\n<p>\u201cCucu kesayanganku! Akhirnya kamu datang juga. Nenek kangen banget sama kamu,\u201d seru sang nenek sembari memeluk dan mencium pipi Sarah.<\/p>\n<p>\u201cAyok masuk. Nenek sudah buatkan makanan favorit kamu.\u201d Tangan kiri nenek mengambil sebagian barang bawaan sarah, sementara tangan kanannya merangkul bahunya dengan lembut.<\/p>\n<p>\u201cWahh. Makasih banyak Nek! Makin sayang deh sama Nenek,\u201d ujarnya sambil mendusel-duselkan kepalanya ke bahu sang nenek.<\/p>\n<p>Keduanya menikmati makan bersama dengan riang. Mereka saling bercerita tentang keadaan masing-masing akhir-akhir ini. Sarah banyak menceritakan tentang kehidupannya selama merantau di kota. Sedangkan nenek bercerita tentang beberapa perubahan di desa. Saking asyiknya mereka bercerita, senja pun datang.<\/p>\n<p>Sarah duduk bersila di atas karpet ruang tamu. Wajahnya tampak sangat serius menatap laptop di hadapannya. Sesekali jemarinya mengetik cepat, menuangkan apa pun yang melintas di pikirannya.<\/p>\n<p>Sayup-sayup terdengar suara berbincang di luar. Salah satunya adalah suara khas sang nenek yang sedang menyapu halaman, berbaur dengan suara melengking khas anak kecil.<\/p>\n<p>\u201cNenek Ran, lihat apa yang baru saja Ibu belikan untukku!\u201d seru anak itu riang seraya memamerkan sebuah boneka berambut pirang.<\/p>\n<p>\u201cWahh. Ini boneka barbie yang kamu mau kemarin itu kan? Lucu sekali!\u201d<\/p>\n<p>\u201cHehe.\u201d Tawa bangga anak itu terdengar. Mungkin bila di dalam komik, hidungnya sudah memanjang karna senang mendengar pujian pada boneka barunya.<\/p>\n<p>\u201cNenek habis buat puding. Kamu mau?\u201d<\/p>\n<p>\u201cMauu!\u201d<\/p>\n<p>Tak lama, derap langkah kaki mereka terdengar memasuki rumah. Sarah mengalihkan pandangan dari laptop ke arah pintu. Ia melihat sang nenek menuntun seorang anak perempuan berusia sekitar sembilan tahun.<br \/>\nAnak itu awalnya berlarian memasuki rumah dengan ceria. Tetapi begitu menyadari ada orang lain di dalam rumah, ia langsung bersembunyi di belakang nenek Ran.<\/p>\n<p>\u201cEh, anak siapa itu nek?\u201d tanya Sarah.<\/p>\n<p>\u201cEh iya, Sarah belum pernah ketemu ya. Ini Ayla, anak tetangga sebelah,\u201d jawabnya sambil memegang pucuk kepala Ayla. Setelah itu tatapan nenek Ran beralih ke arah Ayla. \u201cAyla, kenalin ini cucu nenek. Namanya Sarah.\u201d<\/p>\n<p>Ayla mengintip Sarah dari belakang tubuh nenek Ran. Dilihat sekilas saja sudah bisa ditebak anak ini adalah anak yang pemalu.<\/p>\n<p>\u201cNah, Ayla tunggu di sini ya sama Kak Sarah. Nenek akan ambilkan pudingnya.\u201d Nenek membimbing Ayla agar duduk di sebelah Sarah. Dengan diam seribu bahasa, anak itu menurut sambil mendekap boneka barbie nya dengan erat.<\/p>\n<p>Setelah nenek Ran berlalu ke dapur, mereka hanya saling lirik dengan canggung. Setelah beberapa saat, Sarah sebagai orang dewasa merasa lebih baik ia memulai pembicaraan duluan. \u201cJadi namamu Ayla ya? Nama yang cantik. Salam kenal ya!\u201d ujar Sarah ramah.<\/p>\n<p>Ayla mengangguk pelan. \u201cSalam kenal kak,\u201d jawabnya dengan suara kecil.<\/p>\n<p>\u201cItu boneka kamu? Lucunyaa~\u201d puji Sarah lagi.<\/p>\n<p>Ujung telinga Ayla berkedut pelan. Wajahnya memerah. Ia terlihat sangat senang.<\/p>\n<p>\u201cKakak juga ada loh boneka. Kayaknya udah agak usang sih. Soalnya udah lama banget. Mau liat?\u201d<\/p>\n<p>Seketika sepasang mata Ayla berbinar terang. \u201cMau!\u201d serunya antusias.<\/p>\n<p>Berawal dari obrolan boneka, kecanggungan itu menguap begitu saja. Mereka mendadak jadi sangat akrab.<\/p>\n<p>***<br \/>\nBeberapa hari berlalu. Ayla mendatangi Sarah yang lagi-lagi sedang duduk di ruang tamu dengan wajah yang terlihat sangat frustasi. Wanita itu mengacak rambutnya, alisnya mengerut, mulutnya tak berhenti bergumam kalimat tak jelas.<\/p>\n<p>\u201cKak Sarah sibuk?\u201d tanya Ayla pelan.<\/p>\n<p>\u201cHmm. Gak terlalu sih. Lagi pusing mikir alur aja. Kenapa Ay?\u201d<\/p>\n<p>\u201cNggak jadi deh. Kak Sarah keliatannya sibuk.\u201d<\/p>\n<p>\u201cEhh. Nggak kokk. Kakak masih ada waktu kalau untuk temenin Ayla.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTapi&#8230;\u201d<\/p>\n<p>\u201cKalian main aja ke luar. Malem ini kan ada festival kembang api. Sarah, kamu juga sudah lama tidak lihat kan?\u201d sela Nenek Ran yang tiba-tiba melintas.<\/p>\n<p>\u201cOhh iya! Hari ini ya? Udah lama gak ke sini, jadi lupa kalau ada kembang api. Gimana Ay, mau ikut ke festival bareng?\u201d<\/p>\n<p>Ayla mengangguk dengan penuh semangat. Sejujurnya sejak awal ia memang ingin mengajak Sarah pergi ke festival tersebut.<\/p>\n<p>Setelah mereka bersiap, keduanya pergi ke festival bersama.<\/p>\n<p>Suasana ramai membuat mereka harus berpegangan tangan agar tidak berpisah. Dengan riang Ayla menarik tangan Sarah untuk membeli makanan dan juga bermain permainan yang ada di sana.<\/p>\n<p><em>Syuuttt&#8230;<\/em><\/p>\n<p><em>Duarr!<\/em><\/p>\n<p>Suara kembang api pertama memecah langit. membuat orang-orang menoleh. Cahaya warna warni berbentuk bunga di langit itu membuat pandangan semua orang menatap dengan takjub.<\/p>\n<p>Tak jauh berbeda dengan Sarah dan Ayla. Tapi rasa senang itu tak berlangsung lama karena area festival semakin ramai. Ditambah postur tubuh Ayla yang mungil membuatnya kesulitan melihat kembang api dengan jelas karena tertutupi tubuh orang dewasa di depannya.<\/p>\n<p>Sarah yang menyadari hal itu teringat sesuatu. \u201cKakak ada tempat rahasia di dekat sini. Di sana kita bisa melihat kembang api lebih jelas tanpa terhalang. Mau ke sana?\u201d<\/p>\n<p>Ayla mengangguk cepat.<\/p>\n<p>Mereka pun memisahkan diri dari kerumunan, menyusuri jalan setapak kecil di pinggir area festival. Suasana yang remang-remang dan rimbunnya pepohonan membuat Ayla mempererat cengkeramannya pada jemari Sarah.<\/p>\n<p>Setelah melewati rute menanjak, mereka akhirnya sampai di dataran yang sedikit lebih tinggi. Di tempat ini mereka bisa melihat tempat festival dan juga kembang api dengan jelas. Meski tidak sedekat dan terlihat sebesar saat di tempat festival berlangsung, tetapi setidaknya mereka tidak terhalangi apapun saat melihat kembang api.<\/p>\n<p>\u201cAyla, lihat itu juga,\u201d bisik Sarah lembut.<\/p>\n<p>Ia mengarahkan telunjuknya ke arah samping mereka yang penuh dengan semak serta pepohonan.<\/p>\n<p>Ayla menoleh dengan kebingungan. Namum kemudian, ia membuka mulutnya lebar mengagumi pemandangan yang dilihatnya.<\/p>\n<p>Satu demi satu, bintik cahaya kecil bermunculan dari balik dedaunan. Cahaya-cahaya redup yang indah itu mulai beterbangan, menerangi kegelapan di sekeliling mereka. Itu adalah kawanan kunang-kunang.<\/p>\n<p>\u201cKeren! Seperti sihir!\u201d seru Ayla dengan mata berbinar-binar.<\/p>\n<p>\u201cYa kan. Keren banget! Ini namanya kunang-kunang. Kakak juga sudah lama sekali tidak melihat ini. Kamu senang?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSenang banget! Makasih udah ajak aku ke sini Kak!\u201d<\/p>\n<p>Salah satu kunang-kunang hinggap di telunjuk Sarah. Dari perut kunang-kunang itu berkedip lembut cahaya kekuningan. Ia jadi teringat dengan kalimat yang sering di ucapkan dahulu ketika ingin bermain sulap. \u201cSimsalabim!\u201d<\/p>\n<p>Kunang-kunang itu pun bersinar. \u201cWahhh. Kerennn!!\u201d Ayla tertawa lepas.<\/p>\n<p>Sarah yang menyaksikan tawa polos Ayla, ikut tertawa juga.<\/p>\n<p>Sihir ya&#8230;<\/p>\n<p>Seketika sesuatu terlintas di benaknya. \u2018Hmm. Gimana kalau karya selanjutnya tentang seorang anak desa yang belajar ingin sihir, lalu latar ceritanya tentang bersekolah di sekolah sihir. Awalnya ia di remehkan karena berasal dari desa, tapi ternyata dia memiliki bakat sihir luar biasa. Memang klise, tapi jika di buat sangat menarik, mungkin saja akan banyak yang baca.\u2019 Gumam Sarah. Jemarinya gatal ingin segera mengetik.<\/p>\n<p>\u201cKak Sarah?\u201d panggil Ayla membuyarkan lamunan Sarah.<\/p>\n<p>\u201cEh, iya kenapa Ay?\u201d<\/p>\n<p>\u201cApa kakak akhirnya dapet ide untuk cerita Kakak?\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya. Makasih ya Ay. Kalau kamu gak dateng ke rumah nenek, mungkin Kakak gak bakal ke sini. Berkat kamu akhirnya Kakak dapet ide.\u201d Sarah mengusap kepala Ayla gemas.<\/p>\n<p>Ayla tidak begitu paham, tetapi ia hanya mengangguk dan tertawa. Setelah itu mereka menyaksikan pemandangan dengan tenang.<\/p>\n<p>\u201cKak Sarah,\u201d panggil Ayla memecah keheningan di antara mereka.<\/p>\n<p>\u201cHm? Kenapa?\u201d<\/p>\n<p>\u201cItu&#8230; mmm&#8230;\u201d Ayla melirik Sarah malu-malu, jemari kecilnya saling bertautan gelisah di depan baju.<\/p>\n<p>\u201cAyla gak punya teman akrab di sini. Kebanyakan anak-anak di sekitar rumah itu laki-laki. Jadi&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Ayla menarik napas dalam-dalam. \u201cTahun depan Kakak mau ke sini bareng lagi gak sama Ayla?\u201d<\/p>\n<p>Sarah tersenyum hangat. \u201cTentu mau dong! Kakak bakal usahain tahun depan dan tahun depannya lagi, dan tahun-tahun selanjutnya datang ke sini bareng Ayla.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJanji?\u201d Ayla menyodorkan jari kelingkingnya pada Sarah.<\/p>\n<p>Sarah tersenyum. \u201cJanji.\u201d Sarah menautkan keingkingnya pada kelingking Ayla.<\/p>\n<p>Setelah itu mereka tertawa bersama. Malam itu, hari penuh cahaya bagi mereka, sekaligus mulainya persahabatan yang erat. Meski perbedaan umur mereka cukup jauh sekali, tetapi itu tidak masalah bagi mereka. Karena waktu yang mereka habiskan bersama benar-benar seperti sahabat sejati.<\/p>\n<p>TAMAT.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cahaya Karya: Nailah Amani Nuryaman \u201cHahh.\u201d Hembusan napas tipis seorang wanita terdengar memecah keheningan. Pandangan wanita itu mengarah ke langit malam, menatap bulan sabit yang menerangi cakrawala yang gelap. \u201cKenapa Sar? Masalah kerjaan lagi?\u201d tanya seorang wanita di sebelahnya. \u201cIya. Sudah hampir dua minggu gak dapet inspirasi. Targetku bulan ini harus selesai buat konsep dan&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/\" rel=\"bookmark\">Selengkapnya &raquo;<span class=\"screen-reader-text\">Cahaya &#8211; Cermin<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[299,16,9,8],"tags":[300,20,268,18],"ppma_author":[285],"class_list":["post-817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cermin","category-friday-love-letter","category-karya-tulis","category-kepenulisan","tag-cermin","tag-friday-love-letter","tag-karya-kepenulisan","tag-karya-tulis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cahaya - Cermin - AL-QOLAM<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cahaya - Cermin - AL-QOLAM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cahaya Karya: Nailah Amani Nuryaman \u201cHahh.\u201d Hembusan napas tipis seorang wanita terdengar memecah keheningan. Pandangan wanita itu mengarah ke langit malam, menatap bulan sabit yang menerangi cakrawala yang gelap. \u201cKenapa Sar? Masalah kerjaan lagi?\u201d tanya seorang wanita di sebelahnya. \u201cIya. Sudah hampir dua minggu gak dapet inspirasi. Targetku bulan ini harus selesai buat konsep dan&hellip;&nbsp;Selengkapnya &raquo;Cahaya &#8211; Cermin\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"AL-QOLAM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-03T15:11:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-03T15:11:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nailah Amani Nuryaman\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e\"},\"headline\":\"Cahaya &#8211; Cermin\",\"datePublished\":\"2026-07-03T15:11:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-03T15:11:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/\"},\"wordCount\":1427,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Latar-Belakang.png\",\"keywords\":[\"Cermin\",\"Friday Love Letter\",\"Karya Kepenulisan\",\"karya tulis\"],\"articleSection\":[\"Cermin\",\"Friday Love Letter\",\"Karya Tulis\",\"Kepenulisan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/\",\"name\":\"Cahaya - Cermin - AL-QOLAM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Latar-Belakang.png\",\"datePublished\":\"2026-07-03T15:11:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-03T15:11:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Latar-Belakang.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Latar-Belakang.png\",\"width\":2048,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/2026\\\/07\\\/03\\\/cahaya-cermin\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cahaya &#8211; Cermin\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/\",\"name\":\"AL-QOLAM\",\"description\":\"Menulis untuk Peradaban\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"AL-QOLAM\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"AL-QOLAM\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png88a701d01f1299b3884495dc31ba9e5e\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/alqolamupi.my.id\\\/index.php\\\/author\\\/alqolam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cahaya - Cermin - AL-QOLAM","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cahaya - Cermin - AL-QOLAM","og_description":"Cahaya Karya: Nailah Amani Nuryaman \u201cHahh.\u201d Hembusan napas tipis seorang wanita terdengar memecah keheningan. Pandangan wanita itu mengarah ke langit malam, menatap bulan sabit yang menerangi cakrawala yang gelap. \u201cKenapa Sar? Masalah kerjaan lagi?\u201d tanya seorang wanita di sebelahnya. \u201cIya. Sudah hampir dua minggu gak dapet inspirasi. Targetku bulan ini harus selesai buat konsep dan&hellip;&nbsp;Selengkapnya &raquo;Cahaya &#8211; Cermin","og_url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/","og_site_name":"AL-QOLAM","article_published_time":"2026-07-03T15:11:27+00:00","article_modified_time":"2026-07-03T15:11:29+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1024,"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png","type":"image\/png"}],"author":"Nailah Amani Nuryaman","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e"},"headline":"Cahaya &#8211; Cermin","datePublished":"2026-07-03T15:11:27+00:00","dateModified":"2026-07-03T15:11:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/"},"wordCount":1427,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png","keywords":["Cermin","Friday Love Letter","Karya Kepenulisan","karya tulis"],"articleSection":["Cermin","Friday Love Letter","Karya Tulis","Kepenulisan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/","name":"Cahaya - Cermin - AL-QOLAM","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png","datePublished":"2026-07-03T15:11:27+00:00","dateModified":"2026-07-03T15:11:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#primaryimage","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png","contentUrl":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png","width":2048,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2026\/07\/03\/cahaya-cermin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cahaya &#8211; Cermin"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/","name":"AL-QOLAM","description":"Menulis untuk Peradaban","publisher":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization","name":"AL-QOLAM","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"AL-QOLAM"},"image":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png88a701d01f1299b3884495dc31ba9e5e","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/alqolamupi.my.id"],"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/author\/alqolam\/"}]}},"authors":[{"term_id":285,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"nailah-amani-nuryaman","display_name":"Nailah Amani Nuryaman","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":818,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/817\/revisions\/818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=817"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}