{"id":588,"date":"2024-12-26T22:57:29","date_gmt":"2024-12-26T22:57:29","guid":{"rendered":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?p=588"},"modified":"2024-12-26T23:22:55","modified_gmt":"2024-12-26T23:22:55","slug":"lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/","title":{"rendered":"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Lemari Ajaib dan Sang Tarzan<\/strong><br><em>Karya: Riffa Awaliya Ramadhani<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u2003BRUK\u2026 BRUK\u2026 BRUK\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Lagi lagi suara gaduh dari dalam lemari terdengar, Varro hanya bisa melangkah lunglai ke arah lemari untuk menghentikannya seperti hari hari sebelumnya. Setelah sampai di depan lemari itu, Varro memukul mukul lemarinya dengan keras dan suara gaduh itupun menghilang. <\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cJail banget sih hantu penjaga lemari.\u201d ucap Varro tak peduli. Ia pun kembali ke kasurnya untuk beristirahat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Belum sepenuhnya Varro memasuki alam mimpi, suarah gaduh dari lemari kembali terdengar. Matanya kembali terbuka. Kini ia sudah benar benar kesal dengan lemari itu. Varro berjalan ke arah lemari dengan langkah lebar. Kesabarannya kini mulai habis, ia rasa sepertinya ia harus mengganti lemarinya dan membuang lemari berhantu ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cHEH siapapun yang ada di dalem lemari, tolong ya jangan ganggu waktu istirahat aku! Aku cape, tau ga sihh?\u201d Varro berbicara sendiri. Ia sudah tak memperdulikan lagi rasa takutnya, ketakutannya untuk membuka lemari itu di hari kemarin kini sudah sirna. Ia pun membuka lemari itu dengan kasar. Dan yang terjadi selanjutnya\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cAAA\u2026..\u201d Varro tiba tiba tersedot ke dalam lemari itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Kini ia berada di suatu hutan yang sangat indah dengan sungai panjang yang melintas di tengah tengah hutan. Varro benar benar ketakutan, ia menyesali emosinya yang menyebabkan ia sampai di tempat antah berantah ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cYUHUUU.. Ada orang disini?\u201d ujar Varro sembari mengelilingi hutan mencari jalan keluar. Ia terus berteriak, berharap keajaiban datang dan ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Hingga tanpa sadar kakinya membawa ia sampai di tengah tengah hutan yang tidak seindah sebelumnya. Bahkan penerangan dari sinar matahari pun sudah tertutupi oleh pohon pohon yang tumbuh di sekitarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro mulai melangkahkan kakinya dengan waspada, khawatir jika ternyata aka nada ular yang menggigitnya atau bahkan sang raja hutan yang akan menerkamnya. Hingga tiba tiba\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cHAI.\u201d Sebuah suara menggema tepat di sebelah telinganya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro pun menoleh dan yang ia dapati adalah seorang manusia tarzan? \u201cHUWAAAAAAA KAMU SIAPA?!\u201d Varro melonjak kaget dibuatnya. Badannya gemetar hebat, keringat dingin mengucur di dahinya. Kini keberaniannya benar benar menurun hingga 0%.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Sang Tarzan tertawa melihat reaksi Varro yang begitu berlebihan. \u201cHAHAHA\u2026 Kamu lucu sekali.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro mengerutkan keningnya heran melihat reaksi sang Tarzan yang ternyata di luar nalarnya, awalnya ia mengira sang Tarzan akan membunuhnya dan menjadikan dirinya santapan makan malam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cTenanglah kawan, aku ini manusia biasa. Hanya saja aku dibesarkan oleh orang tua gorilla ku di hutan sehingga pakaian ku pun mengikuti aturan di hutan ini.\u201d ujar sang Tarzan menjelaskan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Kini rasa takut dalam diri Varro berubah menjadi rasa penasaran yang menggebu.<em>\u2018Hah? Dibesarkan oleh gorilla? Jadi kisah sang Tarzan itu nyata adanya?\u2019 <\/em>Batin Varro bertanya tanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro pun mulai memberanikan diri untuk mendekati sang Tarzan. Melihat itu, sang Tarzan mengulurkan tangannya ke arah Varro. Varro menggapai tangan sang Tarzan dengan perlahan. Sejujurnya ia sangat takut, namun di lubuk hatinya terdalam ia percaya bahwa tarzan itu adalah sosok yang baik hati dan tak mungkin menyakiti dirinya. Atau bahkan tarzan itu mengetahui jalan untuk dirinya kembali pulang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Setelah uluran sang Tarzan digapai oleh Varro, tarzan itu tersenyum senang. \u201cAku senang sekali akhirnya kamu memutuskan untuk datang kesini.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cDatang kesini? Aku tidak pernah berniat sedikitpun untuk datang kesini.\u201d ucap Varro keheranan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cTapi kamu membuka lemari itu saat aku mengundang dirimu, Varro.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u2003\u2018Mengundang aku? Bahkan dia tau namaku? Jadi dia ini siapa?\u2019 <\/em>Varro benar benar dibuat keheranan oleh kata kata sang Tarzan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Sang Tarzan terkekeh. \u201cKamu terlihat begitu kebingungan. Baiklah biar aku jelaskan semuanya agar kamu mengerti. Tapi sambil aku bercerita, izinkan aku untuk mengajak kamu berkeliling hutan ini. Bagaimana, apakah kamu setuju?\u201d tanya sang Tarzan yang dibalas anggukan oleh Varro tanda setuju.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cJadi begini, sebenarnya lemari yang kamu beli 2 bulan terakhir itu adalah pintu penghubung antara dunia nyata dan dunia khayalan. Jadi disini adalah khayalan masa kecil seseorang yang membeli lemari itu. Dan kebetulan sekali, kamu dulu seringkali mengkhayal ingin hidup di dunia tarzan. Dan disinilah kamu sekarang, di khayalan masa kecilmu. Duniaaaa Tar\u2026.. zannnnnn!\u201d ujar sang Tarzan begitu excited menjelaskan, sang Tarzan pun lalu menghela napas sejenak. Sedangkan Varro masih bingung dan tak percaya akan apa yang di alaminya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cNah lalu, kita sebagai penghuni dunia khayalan punya data lengkap siapa saja yang berkhayal ingin menjadi tarzan, karena aku adalah tarzan jadi hanya data itu yang kita punya. Dan kamu adalah satu satunya orang yang menerima undangan dariku, dari sekian banyak orang yang berkhayal hidup di dunia tarzan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro menatap sang Tarzan lama. \u201cUndangan yang kamu maksud tuh apa?\u201d tanya Varro.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cApa kamu sering mendengar suara gaduh dari dalam lemari setiap malam?\u201d sang Tarzan malah balik bertanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cIyap. Suara yang mengganggu waktu istirahatku.\u201d ucap Varro jengkel.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Sang Tarzan menyengir, menunjukkan gigi putihnya. \u201cMaafkan aku jika aku mengganggu waktu istirahatmu, sebenarnya itu adalah undanganku, yang bisa diterima dengan cara membuka pintu lemari itu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro memutar bola matanya, tanda bahwa ia kesal. \u201cTernyata selama ini kamu. Benar benar menjengkelkan.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cHehehe, maafkan aku Varro. Tapi sungguh, aku sangat senang bertemu denganmu.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro membuang napasnya kasar. \u201cTapi aku tidak senang karena kamu mengganggu waktu istirahatku.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cTenang saja, di rumahku ada tempat istirahat dan tentunya banyak tempat bermain yang pastinya kamu sukai.\u201d ujar sang Tarzan yang terlihat begitu gembira. Berbeda dengan Varro yang merasakan sebaliknya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Entah sudah seberapa jauh sang Tarzan membawa Varro berkeliling hutan, namun yang ia tahu, kini mereka telah sampai di sebuah rumah yang terlihat begitu mewah dan mengagumkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cAyo masuk.\u201d ajak sang Tarzan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro pun melangkahkan kakinya memasuki rumah sang Tarzan yang di dalamnya sama persis seperti rumahnya. Hanya saja, rumah sang Tarzan jauh lebih mewah dan glamour seperti rumah orang kaya, membuat Varro terkagum dibuatnya. Varro pun mengelilingi rumah sang Tarzan. Persis seperti ucapannya, terdapat taman bermain di belakang rumahnya, bahkan kolam renang pun tersedia disana. Benar benar bukan seperti rumah di tengah hutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cSebentar lagi orang tua gorilla ku akan datang. Jaga sikapmu ya, Varro!\u201d ujar sang Tarzan mengingatkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Selama di rumah sang Tarzan, Varro diberi makan enak, Varro mandi, Varro bermain dan kegiatan lainnya yang menyenangkan. Rasanya Varro ingin tinggal disini saja tanpa perlu kembali ke dunia nyata yang menyebalkan dan melelahkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Sedang asyik bermain, tiba tiba pintu terbuka dan memperlihatkan 2 ekor gorilla yang terlihat begitu besar membuat Varro ketakutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cTenanglah, Varro. Ini orang tuaku yang baik hati, mereka tidak akan memakan kamu, kok. Mereka lebih suka buah buahan.\u201d jelas sang Tarzan meredakan rasa takut di dalam diri Varro.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Selama di rumah sang Tarzan, Varro berbincang banyak dengan orang tua gorilla sang Tarzan. Tak dapat disangka bahwa orang tua gorilla sang Tarzan mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar seperti orang Indonesia pada umumnya. Hanya warna kulit saja yang membedakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro benar benar merasa nyaman berada di rumah sang Tarzan. Ingin rasanya ia terus hidup permanen bersama sang Tarzan ini. Hanya saja, syarat utama untuk tetap tinggal di dunia khayalan adalah tidak tidur selama 3 hari, dan tidak boleh kembali ke dunia nyata walaupun hanya sebentar. Dan Varro sedang mengupayakan hal itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Malam pun tiba, mata Varro yang tadinya begitu berbinar kini terlihat layu. 3 bungkus kopi telah memenuhi perutnya, hanya saja ia masih dihinggapi oleh rasa kantuk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cYaudah yu kita istirahat, besok aku ajak kamu untuk bertemu dengan teman temanku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro menyetujui keputusan sang Tarzan, tanpa mereka ketahui bahwa itu adalah penutup dari pertemuan singkat mereka. Varro pun mulai memejamkan matanya, dan terlelap ke alam mimpi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Keesokan harinya\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cHOAM\u2026 Pagi tarzan.\u201d Varro menyapa sang Tarzan yang berada di sebelahnya. Namun saat ia menoleh, yang ia hadapi adalah kosong. Dan ternyata, kini Varro sudah kembali ke dunia nyata, di kamar tidurnya tercinta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro menghela napas kecewa, namun ia masih bisa berkunjung kesana di lain waktu, begitu pikirnya. Namun siapa sangka, selembar kertas keluar dari lemari itu yang isinya:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"737\" height=\"1043\" src=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/AD_4nXdISEZav8OCiRHZMAFxJ6vhxlGCEF0kUCXByPj8NhVGfigQ0roleo8tvm2zMd_DVGpFFk4Ys8SWK1OVBkMoTjVe2UfR1tlxCOKy5d7DiKZrxroMPg7kNp5Fw_ilVFgruylwHM2xi6cq81ADF6NtyA.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-591\" srcset=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/AD_4nXdISEZav8OCiRHZMAFxJ6vhxlGCEF0kUCXByPj8NhVGfigQ0roleo8tvm2zMd_DVGpFFk4Ys8SWK1OVBkMoTjVe2UfR1tlxCOKy5d7DiKZrxroMPg7kNp5Fw_ilVFgruylwHM2xi6cq81ADF6NtyA.jpg 737w, https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/AD_4nXdISEZav8OCiRHZMAFxJ6vhxlGCEF0kUCXByPj8NhVGfigQ0roleo8tvm2zMd_DVGpFFk4Ys8SWK1OVBkMoTjVe2UfR1tlxCOKy5d7DiKZrxroMPg7kNp5Fw_ilVFgruylwHM2xi6cq81ADF6NtyA-212x300.jpg 212w, https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/AD_4nXdISEZav8OCiRHZMAFxJ6vhxlGCEF0kUCXByPj8NhVGfigQ0roleo8tvm2zMd_DVGpFFk4Ys8SWK1OVBkMoTjVe2UfR1tlxCOKy5d7DiKZrxroMPg7kNp5Fw_ilVFgruylwHM2xi6cq81ADF6NtyA-724x1024.jpg 724w\" sizes=\"auto, (max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>\u2003Membacanya, Varro meneteskan air mata. Jika tau begini, Varro mungkin akan lebih menikmati waktunya di dunia khayalan lebih lama lagi. Ia benar benar tidak menyangka bahwa pertemuannya dengan sosok khayalannya di masa kecil akan terasa se-singkat itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003\u201cAku ga akan lupain kamu kok, Tarzan! Semoga kita bisa ketemu lagi, ya. Aku bohong kok waktu itu, aku seneeeennngg banget bisa ketemu kamu!!!!\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2003Varro pun tersenyum dan memeluk surat yang berupa selembar kertas pemberian sang Tarzan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><em>Sumber gambar: &#8211;<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lemari Ajaib dan Sang TarzanKarya: Riffa Awaliya Ramadhani \u2003BRUK\u2026 BRUK\u2026 BRUK\u2026 \u2003Lagi lagi suara gaduh dari dalam lemari terdengar, Varro hanya bisa melangkah lunglai ke arah lemari untuk menghentikannya seperti hari hari sebelumnya. Setelah sampai di depan lemari itu, Varro memukul mukul lemarinya dengan keras dan suara gaduh itupun menghilang. \u2003\u201cJail banget sih hantu penjaga&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\" class=\"\" rel=\"bookmark\">Selengkapnya &raquo;<span class=\"screen-reader-text\">Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[10,16,9],"tags":[19,20,18],"ppma_author":[235],"class_list":["post-588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen","category-friday-love-letter","category-karya-tulis","tag-cerpen","tag-friday-love-letter","tag-karya-tulis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lemari Ajaib dan Sang Tarzan - Cerpen - AL-QOLAM<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan - Cerpen - AL-QOLAM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lemari Ajaib dan Sang TarzanKarya: Riffa Awaliya Ramadhani \u2003BRUK\u2026 BRUK\u2026 BRUK\u2026 \u2003Lagi lagi suara gaduh dari dalam lemari terdengar, Varro hanya bisa melangkah lunglai ke arah lemari untuk menghentikannya seperti hari hari sebelumnya. Setelah sampai di depan lemari itu, Varro memukul mukul lemarinya dengan keras dan suara gaduh itupun menghilang. \u2003\u201cJail banget sih hantu penjaga&hellip;&nbsp;Selengkapnya &raquo;Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"AL-QOLAM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-26T22:57:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-26T23:22:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Riffa Awaliya Ramadhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e\"},\"headline\":\"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen\",\"datePublished\":\"2024-12-26T22:57:29+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-26T23:22:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\"},\"wordCount\":1369,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"cerpen\",\"Friday Love Letter\",\"karya tulis\"],\"articleSection\":[\"Cerpen\",\"Friday Love Letter\",\"Karya Tulis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\",\"name\":\"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan - Cerpen - AL-QOLAM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-12-26T22:57:29+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-26T23:22:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/\",\"name\":\"AL-QOLAM\",\"description\":\"Menulis untuk Peradaban\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization\",\"name\":\"AL-QOLAM\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"AL-QOLAM\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/image\/88a701d01f1299b3884495dc31ba9e5e\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/alqolamupi.my.id\"],\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/author\/alqolam\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan - Cerpen - AL-QOLAM","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan - Cerpen - AL-QOLAM","og_description":"Lemari Ajaib dan Sang TarzanKarya: Riffa Awaliya Ramadhani \u2003BRUK\u2026 BRUK\u2026 BRUK\u2026 \u2003Lagi lagi suara gaduh dari dalam lemari terdengar, Varro hanya bisa melangkah lunglai ke arah lemari untuk menghentikannya seperti hari hari sebelumnya. Setelah sampai di depan lemari itu, Varro memukul mukul lemarinya dengan keras dan suara gaduh itupun menghilang. \u2003\u201cJail banget sih hantu penjaga&hellip;&nbsp;Selengkapnya &raquo;Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen","og_url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/","og_site_name":"AL-QOLAM","article_published_time":"2024-12-26T22:57:29+00:00","article_modified_time":"2024-12-26T23:22:55+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1024,"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Latar-Belakang.png","type":"image\/png"}],"author":"Riffa Awaliya Ramadhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e"},"headline":"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen","datePublished":"2024-12-26T22:57:29+00:00","dateModified":"2024-12-26T23:22:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/"},"wordCount":1369,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization"},"keywords":["cerpen","Friday Love Letter","karya tulis"],"articleSection":["Cerpen","Friday Love Letter","Karya Tulis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/","name":"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan - Cerpen - AL-QOLAM","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website"},"datePublished":"2024-12-26T22:57:29+00:00","dateModified":"2024-12-26T23:22:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/12\/26\/lemari-ajaib-dan-sang-tarzan-cerpen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lemari Ajaib dan Sang Tarzan &#8211; Cerpen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/","name":"AL-QOLAM","description":"Menulis untuk Peradaban","publisher":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization","name":"AL-QOLAM","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"AL-QOLAM"},"image":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/image\/88a701d01f1299b3884495dc31ba9e5e","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/alqolamupi.my.id"],"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/author\/alqolam\/"}]}},"authors":[{"term_id":235,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"riffa-awaliya-ramadhani","display_name":"Riffa Awaliya Ramadhani","avatar_url":{"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Riffa-crop.jpg","url2x":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Riffa-crop.jpg"},"first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"Riffa Awaliya Ramadhani namanya. Lahir di Cimahi, tanggal 26 Oktober 2004. Riffa ini merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Menjadi penulis sudah menjadi cita citanya sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar dikarenakan ia sangat suka berkhayal. Kini ia baru menerbitkan 1 buku antologi cerpen yang berjudul \u201cKulabuhkan Hatiku Padamu\u201d yang diselenggarakan oleh Halo Penulis. Selain itu, ia pernah mengikuti program \u2018Sarapan Kata\u2019 dari Komunitas Menulis Online dan masih dalam proses sebuah novel yang berjudul \u201cGelora Cinta\u201d. Mengikuti UKM Al-Qolam merupakan upaya nya untuk mengembangkan minat dan bakatnya dalam bidang kepenulisan, dan menghilangkan rasa malas dalam dirinya untuk berkarya. Ia berharap kelak ia akan menjadi seorang penulis terkenal seperti Asma Nadia. Do\u2019akan ya, semoga keinginan Riffa ini tercapai! ^-^"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=588"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/588\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":595,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/588\/revisions\/595"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=588"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}