{"id":326,"date":"2024-06-21T11:22:24","date_gmt":"2024-06-21T11:22:24","guid":{"rendered":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?p=326"},"modified":"2024-06-21T13:38:48","modified_gmt":"2024-06-21T13:38:48","slug":"tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/","title":{"rendered":"Tamu Agung Kota Raya Rupawan &#8211; Cerpen"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><p class=\"has-text-align-center\" style=\"font-size: 18px;\"><strong>Tamu Agung Kota Raya Rupawan<\/strong><br>\n<em>oleh Iis Sumiati<\/em><\/p><\/p>\n\n\n\n<p>Kota Raya Rupawan kedatangan seorang Tamu Agung. Dia adalah Ekbal, cendekiawan muda lulusan Universitas Arif Bestari. Pria 25 tahun itu sedang mencari tempat tinggal untuk menetap, membangun rumah tangga, dan menghabiskan hari tua. Namun, dia belum menemukan kota yang cocok untuk ditinggalinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah berkeliling dari satu kota ke kota yang lain, Ekbal akhirnya tertarik untuk melakukan kunjungan di Kota Raya Rupawan. Kota itu dipimpin oleh kakak-beradik bernama Bakir dan Bagus. Meskipun bersaudara, keduanya justru tidak akur. Oleh karena itu, kota yang terletak di jantung kota ini dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Kota Raya yang dipimpin oleh Bakir dan Kota Rupawan yang dipimpin oleh Bagus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun terbagi ke dalam dua wilayah, pemerintahan Kota Raya Rupawan masih berpusat di satu titik yang sama. Raya Rupawan memang&nbsp; memiliki dua walikota, tetapi menteri-menteri dan kabinet kerja lainnya dipegang oleh satu orang. Hal ini dilakukan atas kesepakatan dari kedua belah pihak. Bakir dan Bagas tidak jika harus menghabiskan dana dua kali lipat hanya untuk menggaji karyawan yang kebanyakan kurang gesit dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti namanya, Kota Raya memang dihuni oleh orang-orang kaya yang sukses di bidangnya masing-masing. Kebanyakan dari mereka menguasai bidang ekonomi, seperti perdagangan. Bahkan tidak sedikit juga yang berhasil mempunyai rumah pribadi layaknya kerajaan-kerajaan di negeri dongeng. Uang tersebut diperoleh mereka dari bisnisnya selama bertahun-tahun. Namun, ada beberapa pengusaha kelas kakap yang justru mendapatkan uang dari hasil menipu klien. Di Kota Raya penipuan diperbolehkan karena hal itu dapat memberikan keuntungan berlipat dengan syarat orang yang ditipu harus berasal dari luar kota. Artinya sesama penduduk Kota Raya dilarang saling menipu.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Adapun Kota Rupawan ialah kota yang dihuni oleh pria-pria tampan dan perempuan-perempuan cantik. Kota ini dikenal mampu menghasilkan bibit unggul yang tidak diragukan lagi. Semua penduduk asli Kota Rupawan memiliki ketampanan dan kecantikan alami sejak mereka lahir. Namun, ada satu-dua pendatang yang memiliki kerupawanan dari hasil operasi. Bedah plastik memang legal di kota ini bahkan para rakyat yang sudah dianugerahi ketampanan dan&nbsp; kecantikan oleh Tuhan pun diperbolehkan untuk melakukannya. Mereka diberikan keleluasaan untuk melakukan serangkaian tindakan medis guna menyempurnakan penampilannya. Orang-orang di Kota Rupawan memang terbilang memiliki pendapatan yang rendah dan tergolong ke dalam kelas menengah ke bawah. Akan tetapi, klinik-klinik kerupawanan tersedia di seluruh penjuru kota dengan tarif terjangkau sesuai kantong masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mendengar pemaparan keunggulan Kota Raya Rupawan, Ekbal semakin antusias untuk bisa tinggal di sana. Soal ketampanan, dia tidak bisa disepelekan. Wajahnya perpaduan Timur dan Barat. Hidungnya mancung, alisnya tebal, kulitnya kuning langsat, dan badannya tinggi semampai lagi tegap. Bagaimana dengan kekayaan? Itu juga tidak usah diragukan. Selama menempuh pendidikan S2 dan S3, Ekbal telah berhasil menjadi Dewan Kemakmuran Rakyat Nasional (DKRN). Oleh karena itu, dia hanya perlu memainkan kecerdasan otaknya untuk bisa mendapatkan uang senilai puluhan bahkan ratusan juta rupiah dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kandidat seperti Ekbal sangat cocok untuk menjadi salah satu warga di Kota Raya Rupawan. Dia bahkan bisa bebas memilih antara Kota Raya atau Kota Rupawan. Karakteristiknya sudah memenuhi standar kedua kota tersebut. Secara fisik, Ekbal sangat cocok untuk tinggal di Kota Rupawan sedangkan secara finansial Ekbal sangat cocok untuk tinggal di Kota Raya. Sungguh, dia adalah manusia paling sempurna yang diidamkan oleh banyak orang karena memiliki perpaduan kerupawanan dan kekayaan yang serasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi, bagaimana Tuan Ekbal? Anda berminat untuk tinggal di Kota Raya atau Kota Rupawan?\u201d tanya Penasihat Kota Raya Rupawan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya pikirkan dulu,\u201d jawab Ekbal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTuan Ekbal lebih baik tinggal di Kota Raya saja. Saya jamin peluang Tuan untuk meningkatkan kekayaan di sana sangatlah besar. Saya yakin tidak akan ada orang terkaya di sana selain saya dan Tuan tentunya,\u201d ucap Bakir, Walikota Raya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHm, menarik,\u201d balas Ekbal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLebih baik Tuan Ekbal tinggal di Kota Rupawan saja. Saya jamin ketampanan Tuan akan meningkat berkali-kali lipat. Saya yakin tidak akan ada orang tertampan di kota itu selain saya dan Tuan tentunya. Satu hal lagi, Tuan. Jika tinggal di sana, saya percaya bahwa Tuan akan mendapatkan perempuan mana pun yang Tuan inginkan. Pasti Tuan akan senang dengan perempuan-perempuan cantik yang ada di sana,\u201d ujar Bagus, Walikota Rupawan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHm, lebih menarik,\u201d sahut Ekbal.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagus tersenyum puas. Dia seakan meledek Bakir, kakaknya, dengan penuh kemenangan. Jika bukan karena Tamu Agung ini, Bakir pasti sudah membuat rencana untuk melakukan penyerangan. Bukankah dirinya sudah lama menginginkan Perang Panas Ketiga terjadi?<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNah, Tuan sudah mendengar berbagai penawaran, baik dari Kota Raya maupun Kota Rupawan. Apakah sekarang Tuan sudah dapat memutuskan ingin tinggal di kota mana?\u201d tanya Penasihat lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJujur saja saya masih bingung. Ini adalah pilihan yang sulit. Tolong beri saya waktu 7 x 24 jam untuk berpikir. Saya tidak bisa mengambil keputusan dengan tergesa-gesa dan terburu-buru seperti ini. Saya harap tawaran ini dapat dimengerti.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBaiklah kalau begitu. Terkhusus untuk Tuan, kami akan memberikan penangguhan. Waktu satu minggu untuk berpikir itu tidak terlalu buruk. Kami tunggu jawaban Tuan minggu depan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBaik. Terima kasih atas penyambutan luar biasa ini. Saya permisi dulu.\u201d Ekbal pergi meninggalkan Penasihat, Bakir, dan Bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDia pasti akan tinggal di kotaku, Anak Kecil,\u201d ucap Bakir.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHei, Orang Tua, dia sudah pasti akan tinggal di kotaku. Jelas-jelas dia lebih tertarik untuk tinggal di Kota Rupawan daripada Kota Raya. Lihat saja nanti,\u201d balas Bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMaaf Tuan-Tuan sesuai peraturan perdamaian kota, tidak boleh ada keributan sebelum calon penduduk memutuskan untuk memilih tempat tinggalnya. Saya harap Tuan-Tuan dapat mengerti. Jika memang ingin mengadakan peperangan, harap tunggu sampai minggu depan. Terima kasih!\u201d seru penasihat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">***<\/p>\n\n\n\n<p>Tamu Agung datang kembali. Namun, kali ini ada yang berbeda dari penampilannya. Dia tidak lagi menggunakan mobil mewah dan pakaian mahalnya. Jambang yang semula bersih pun, kini tumbuh cukup lebat. Selain itu, kopiah putih juga melengkapi setelan baju kokonya yang berwarna senada. Apa yang terjadi dengan cendekiawan muda ini?<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelamat pagi, Tuan Ekbal,\u201d sapa Penasihat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPagi,\u201d balas Ekbal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLangsung saja, Tuan. Jadi, apa keputusan yang Tuan ambil? Apakah Tuan akan tinggal di Kota Raya atau Kota Rupawan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak keduanya,\u201d jawab Ekbal santai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cApa!\u201d teriak Bakir dan Bagus hampir bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLantas, Tuan akan tinggal di mana?\u201d Penasihat bertanya lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKota Salam.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bakir dan Bagus membelalakkan kedua matanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKota Salam? Apakah saya tidak salah dengar, Tuan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTentu tidak. Saya sudah memikirkan keputusan ini secara matang. Waktu itu selepas pulang dari sini, saya tidak sengaja bertemu dengan Tuan Tabik. Tuan Bakir dan Tuan Bagus pasti lebih mengenal beliau. Tuan Tabik mengenalkan saya pada Kota Salam. Kota itu memang kecil dan sederhana serta jauh dari kerupawanan ataupun kemegahan seperti Kota Raya Rupawan. Namun, di kota itu justru terdapat kedamaian yang mampu menenangkan hati. Bukankah hal itu mustahil ditemui di kota ini?<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLagi pula saya sudah terlalu jauh dari Tuhan. Saya ingin kembali mendekatkan diri kepada-Nya. Sudah saatnya saya fokus mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Tuan Tabik juga bersedia untuk membimbing saya. Selain itu, insyaallah saya akan segera menikahi putri bungsu Tuan Tabik. Semoga Tuan-Tuan sekalian berkenan untuk menghadiri pernikahan kami nanti. Anggap saja ini bukan undangan dari saya, melainkan Tuan Tabik, ayah kalian.\u00a0\u201cBaiklah keputusan sudah disampaikan. Mohon maaf apabila hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Saya izin pamit. <em>Assalamu\u2019alaikum<\/em>.\u201d Ekbal pergi meninggalkan Penasihat, Bakir, dan Bagus.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><em>Sumber gambar: Pexels.com\/Mete Kaan \u00d6zdilek <br>Tautan: https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/diproses-dengan-vsco-dengan-preset-hb2-26113654\/<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tamu Agung Kota Raya Rupawan oleh Iis Sumiati Kota Raya Rupawan kedatangan seorang Tamu Agung. Dia adalah Ekbal, cendekiawan muda lulusan Universitas Arif Bestari. Pria 25 tahun itu sedang mencari tempat tinggal untuk menetap, membangun rumah tangga, dan menghabiskan hari tua. Namun, dia belum menemukan kota yang cocok untuk ditinggalinya. Setelah berkeliling dari satu kota&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\" class=\"\" rel=\"bookmark\">Selengkapnya &raquo;<span class=\"screen-reader-text\">Tamu Agung Kota Raya Rupawan &#8211; Cerpen<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[10,16,9],"tags":[19,20,18],"ppma_author":[13],"class_list":["post-326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen","category-friday-love-letter","category-karya-tulis","tag-cerpen","tag-friday-love-letter","tag-karya-tulis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tamu Agung Kota Raya Rupawan - Cerpen - AL-QOLAM<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"&quot;Tamu Agung Kota Raya Rupawan&quot; merupakan sebuah karya cerpen yang ditulis oleh Iis Sumiati, seorang prajurit pena UKM KI Al-Qolam UPI.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan - Cerpen - AL-QOLAM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&quot;Tamu Agung Kota Raya Rupawan&quot; merupakan sebuah karya cerpen yang ditulis oleh Iis Sumiati, seorang prajurit pena UKM KI Al-Qolam UPI.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"AL-QOLAM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-21T11:22:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-21T13:38:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG-20240621-WA0045-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1706\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e\"},\"headline\":\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan &#8211; Cerpen\",\"datePublished\":\"2024-06-21T11:22:24+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-21T13:38:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\"},\"wordCount\":1184,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"cerpen\",\"Friday Love Letter\",\"karya tulis\"],\"articleSection\":[\"Cerpen\",\"Friday Love Letter\",\"Karya Tulis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\",\"name\":\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan - Cerpen - AL-QOLAM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-06-21T11:22:24+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-21T13:38:48+00:00\",\"description\":\"\\\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan\\\" merupakan sebuah karya cerpen yang ditulis oleh Iis Sumiati, seorang prajurit pena UKM KI Al-Qolam UPI.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan &#8211; Cerpen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/\",\"name\":\"AL-QOLAM\",\"description\":\"Menulis untuk Peradaban\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization\",\"name\":\"AL-QOLAM\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"AL-QOLAM\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/image\/88a701d01f1299b3884495dc31ba9e5e\",\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/alqolamupi.my.id\"],\"url\":\"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/author\/alqolam\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tamu Agung Kota Raya Rupawan - Cerpen - AL-QOLAM","description":"\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan\" merupakan sebuah karya cerpen yang ditulis oleh Iis Sumiati, seorang prajurit pena UKM KI Al-Qolam UPI.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tamu Agung Kota Raya Rupawan - Cerpen - AL-QOLAM","og_description":"\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan\" merupakan sebuah karya cerpen yang ditulis oleh Iis Sumiati, seorang prajurit pena UKM KI Al-Qolam UPI.","og_url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/","og_site_name":"AL-QOLAM","article_published_time":"2024-06-21T11:22:24+00:00","article_modified_time":"2024-06-21T13:38:48+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1706,"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG-20240621-WA0045-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e"},"headline":"Tamu Agung Kota Raya Rupawan &#8211; Cerpen","datePublished":"2024-06-21T11:22:24+00:00","dateModified":"2024-06-21T13:38:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/"},"wordCount":1184,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization"},"keywords":["cerpen","Friday Love Letter","karya tulis"],"articleSection":["Cerpen","Friday Love Letter","Karya Tulis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/","name":"Tamu Agung Kota Raya Rupawan - Cerpen - AL-QOLAM","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website"},"datePublished":"2024-06-21T11:22:24+00:00","dateModified":"2024-06-21T13:38:48+00:00","description":"\"Tamu Agung Kota Raya Rupawan\" merupakan sebuah karya cerpen yang ditulis oleh Iis Sumiati, seorang prajurit pena UKM KI Al-Qolam UPI.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/2024\/06\/21\/tamu-agung-kota-raya-rupawan-cerpen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tamu Agung Kota Raya Rupawan &#8211; Cerpen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#website","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/","name":"AL-QOLAM","description":"Menulis untuk Peradaban","publisher":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#organization","name":"AL-QOLAM","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"AL-QOLAM"},"image":{"@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/ed720d9b70d208b2b550c8061f941e1e","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/#\/schema\/person\/image\/88a701d01f1299b3884495dc31ba9e5e","url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/alqolamupi.my.id"],"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/author\/alqolam\/"}]}},"authors":[{"term_id":13,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"alqolam","display_name":"admin","avatar_url":{"url":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png","url2x":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-logo_Al-Qolam-removebg-preview.png"},"first_name":"","last_name":"","user_url":"https:\/\/alqolamupi.my.id","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=326"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":341,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326\/revisions\/341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=326"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/alqolamupi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}